Belajar Syari'at menuju Makrifat
Dengan hanya membaca judulnya, sebagaian orang mungkin akan berpikiran jauh. Wah ini pembahasan pasti sulit untuk diserap, paradigma yang telah berkembang dan diyakini oleh sebagian besar umat islam saat ini perihal tentang tingkatan tersebut agaknya sudah terlalu dalam. Suatu pengertian yang berkenaan dengan makna yang terlanjur diadopsi oleh sebagian orang sebagai sesuatu yang sulit untuk dimengerti atau bahkan di laksanakan. Suatu konsep pemikiran termasuk ekspresi yang seharusnya berkaitan dengan nilai-nilai etika dan nilai-nilai kehidupan secara keseluruhan. Sehingga sebagian orang terus dibayang-bayangi rasa penasaran akan makna sebenarnya dari tingkatan tersebut.
Syari’at bisa disebut syir’ah bermakna sumber yang Kemudian kata tersebut digunakan untuk pengertian hukum-hukum Allah yang diturunkan untuk manusia. Kata “syara’a” berarti memakai syari’at. Juga kata “syara’a” atau “istara’a” berarti membentuk syari’at atau hukum. Dalam hal ini Allah berfirman,
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ (٤٨)
“dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu” (QS:Al Maidah:48)
kata شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا bermakna “aturan dan jalan yang terang”
Dalam firman Allah SWT :
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ (١٣)
“Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)”
شَرَعَ = Allah telah mensyari’atkan (mengatur)
Dalam arti yang luas syari’at Artinya, hukum-hukum (peraturan) yang diturunkan Allah swt. melalui rasul-rasulNya yang mulia, untuk manusia, agar mereka keluar dari kegelapan ke dalam terang, dan mendapatkan petunjuk ke jalan yang lurus.
Melaksanakan syariat berarti mentaati peraturan / perintah perintah Allah SWT, yang diwahyukan kepada rasul Nya baik berupa Al-Qur’an maupun Sunnah Nabi yang berwujud perkataan, perbuatan, dan ketetapan, atau pengesahan.
Thariqah / Tarikat
Tarekat berasal dari bahasa Arab thariqah, jamaknya tharaiq, yang berarti jalan atau petunjuk jalan atau cara. Kata thariqah dalam al qur’an disebut kurang lebih sebanyak 9 kali. Diantaranya Firman Allah SWT dalam QS An Nisaa’:168 :
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا (١٦٨)
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka”
kata وَلا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا “tidak akan menunjukkan jalan kepada mereka”
Dalam Firman Allah SWT diatas teramat jelas secara tersurat kata طَرِيقً = jalan. Sehingga apabila kemudian terdapat suatu doktrin tentang tarekat adalah salah satu ajaran pokok dengan tujuan untuk kesucian. Dengan lebih mementingkan aspek spiritual semata, sementara mengabaikan peranan sosial. Dan melupakan perhatian kepada perbaikan kehidupan masyarakat, sehingga kehidupan pengikut tarekat hanya terbatas bacaan wirid, zikir dan hidup dalam suasana sepi, bangun di tengah malam dan melaparkan diri.
Tidak jarang kemudian para pelaku jama’ah thariqah mengucilkan diri dari pergaulan di masyarakat, bahkan kemudian mengucilkan sebagian yang lain menganggap rendah dsb.
Dalam pandangan admin thariqah artinya petunjuk dalam melakukan sesuatu ibadah dengan ajaran yang ditentukan dan dicontoh oleh Nabi dan dikerjakan oleh tabi’in, turun temurun sampai dengan saat ini. Dengan kata lain thariqah adalah jalan / petunjuk dalam mengerjakan shalat, puasa, zakat, dzikir, do’a dan amalah ibadah lainnya.
Contoh mudah thariqah adalah :
1. Berwudlu mensucikan diri sebelum melaksanakan sholat.
2. Bangun untuk makan Sahur dan membaca do’a ketika akan berpuasa
3. Berdzikir sebelum sholat, dsb
thariqah = petunjuk / jalan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.
3. HAKEKAT
Al-Haqqu = mempunyai makna benar, kebenaran, yang sebenar-benarnya, yang sesungguhnya.
فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِينِ (٧٩)
“ sebab itu bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata” (QS: An Naml:79)
المر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يُؤْمِنُونَ (١)
“ Alif laam miim raa. ini adalah ayat-ayat Al kitab (Al Quran). dan kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah Benar: akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).
مَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ (٧٤)
74. mereka tidak Mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha Perkasa. (QS Al Hajj:74)
Dari ke tiga ayat diatas kata al-haqqu ( kebenaran) itu adalah ” mengabdi / menyembah / menghambakan diri dengan sebenar benarnya kepada Alloh swt saja dan tidak mensekutukan Dia. Dilakukan dengan cara yang telah dicontohkan oleh Muhammad saw “ Hakekat adalah sesuatu bentuk ibadah yang sesungguhnya yang dikerjakan peraturan Allah yang dan sesuai dengan petunjuk yang telah dicontohkan oleh Rosulullah SAW.
Jadi Hakekat dalam agama islam adalah :
Perwujudan dari Menegakkan sholat sebagaimana yg diperintahkan dan yang telah dicontohkan oleh Muhmmad saw dan itu kita lakukan semata-mata karena Alloh. Inilah salah satu unsur dari al-haqqu yang akan membawa manfaat kepada pelakunya di akherat kelak, di antara unsur-unsur al-haqqu yang lain seperti, membaca ayat-ayat Alloh, berpuasa di bulan romadhon, zakat, infaq, shodaqoh, nikah, berbuat baik, jujur, dll yang semua itu ada dasarnya di dalam Al-Qur’an dan dijelaskan dalam As-Sunnah (perikehidupan Muhammad saw) dan semua itu mesti dilakukan semata-mata karena Alloh swt.
Suatu Bentuk pelaksanaan Sholat, Zakat, Puasa, dan amalan ibadah yang lain itulah Hakekat.
Demikianlah hakekat itu, mudah dan sederhana dan telah diamalkan oleh siapa saja dengan tingkat intelektualitas yang bagaimanapun.
Ma’rifat
Hati Hati berbicara tentang makrifat dan mempelajari makrifat admin yakin itulah kata yang muncul dari mulut saudara kita semua ketika di suguhi / ditanya tentang kata makrifat. Kalau mau belajar harus cari guru yang paling hebat dan orang yang paling alim. Makrifat ini adalah ilmu yang langka saking langkanya ilmu ini maka banyak orang mencari dan akhirnya tersesat. semula mengira bahwa ia akan mengajarkan ilmu hakikat makrifat ternyata mengajarkan yang bukan itu dan bahkan mengajarkan kesyirikan.
Ya…… admin yakin pikiran – pikiran seperti diatas selalu membayangi seseorang ketika bicara tentang makrifat. Suatu paradiqma yang sudah terlanjur berkembang dan dipercaya sebagai sesuatu yang ghaib dan jauh dari jangkauan kebanyakan akal dan pikiran manusia. Sebagian lagi beranggapan orang yang sudah makrifat itu sakti, kadang orang terkesan dengan kehebatan atau kesaktian yang dimiliki guru tersebut, dan menganggap kesaktian dan kehebatan itu tanda bahwa dia oarag suci. bisa inilah bisa itulah, ketemu sama inilah ketemu sama itulah, dsb.
Lalu apa beda mereka dengan para peramal, Dukun, tukang sihir, dsb ………? Toh mereka juga sakti (menurut beberapa orang) apakah mereka juga memiliki ilmu makrifat………???
Makrifat bukanlah sekedar ilmu namun suatu perbuatan atau tindakan yaitu suatu kesadaran dengan sebenar benar sadar bahwa tidak ada tuhan selain allah. mengakui sepenuhnya bahwa apa yang disampaikan rasulullah dalam qur an dan hadits adalah benar. apa yang benar itulah yang benar dan apa yang salah itu adalah salah. Perkuat syariah dan thariqah mengamalkan dengan keihlasan…. nanti nya akan ketemu dengan hakikat dan akhirnya akan makrifat. jadi sebenarnya Makrifat bukan ilmu namun suatu hasil amaliah. kalau makrifat di ilmukan jadinya malah membingungkan, bahkan ada yang lebih parah lagi ilmu makrifat diperdebatkan. Makrifat adalah wilayah pengalaman spiritual bahkan merupakan muara dari pengalaman ibadah itu sendiri yang akan kita alami. Tidak ada seorang gurupun yang mampu untuk memberikan kemampuan ini.
Yang sebenarnya bisa dilakukan oleh seorang guru memberikan suatu metode dengan mengajarkan syari’at, menuntun thariqat dan melaksanakan hakekat. Perkara makrifat atau tidak itu sangat tergantung dari Allah.
Firman Allah SWT :
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَلا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ (٢٥٥)
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.
Allah lah yang akan memperkenalkan dirinya kepada hambanya yang dikehendaki untuk memakrifati Dia. Melalui tanda tanda kebesaran Nya, yang sebenarnya sudah ada disekitar kita.
Firman Allah SWT : QS Ar Ruum : 20 – 24
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُونَ (٢٠)
20. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٢١)
21. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ (٢٢)
22. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ (٢٣)
23. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيُحْيِي بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (٢٤)
24. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
bagaimana selanjutnya syari'ah, Thariqah, Hakekat, makrifat, menjadi sesutu hal yang misteius, adalah karena pola pikir manusia itu sendiri. karena sejatinya kesemuanya itu sudah diajarkan oleh rosulullah SAW dan diamalkan oleh kebanyakan Umat saaat ini.
Semoga kita diberi kemudahan Allah untuk mengenal NYa…
Amin ya rabbal alamin.
Wallahu’alam
Syari’at bisa disebut syir’ah bermakna sumber yang Kemudian kata tersebut digunakan untuk pengertian hukum-hukum Allah yang diturunkan untuk manusia. Kata “syara’a” berarti memakai syari’at. Juga kata “syara’a” atau “istara’a” berarti membentuk syari’at atau hukum. Dalam hal ini Allah berfirman,
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ (٤٨)
“dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu” (QS:Al Maidah:48)
kata شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا bermakna “aturan dan jalan yang terang”
Dalam firman Allah SWT :
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ (١٣)
“Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)”
شَرَعَ = Allah telah mensyari’atkan (mengatur)
Dalam arti yang luas syari’at Artinya, hukum-hukum (peraturan) yang diturunkan Allah swt. melalui rasul-rasulNya yang mulia, untuk manusia, agar mereka keluar dari kegelapan ke dalam terang, dan mendapatkan petunjuk ke jalan yang lurus.
Melaksanakan syariat berarti mentaati peraturan / perintah perintah Allah SWT, yang diwahyukan kepada rasul Nya baik berupa Al-Qur’an maupun Sunnah Nabi yang berwujud perkataan, perbuatan, dan ketetapan, atau pengesahan.
Thariqah / Tarikat
Tarekat berasal dari bahasa Arab thariqah, jamaknya tharaiq, yang berarti jalan atau petunjuk jalan atau cara. Kata thariqah dalam al qur’an disebut kurang lebih sebanyak 9 kali. Diantaranya Firman Allah SWT dalam QS An Nisaa’:168 :
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا (١٦٨)
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka”
kata وَلا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا “tidak akan menunjukkan jalan kepada mereka”
Dalam Firman Allah SWT diatas teramat jelas secara tersurat kata طَرِيقً = jalan. Sehingga apabila kemudian terdapat suatu doktrin tentang tarekat adalah salah satu ajaran pokok dengan tujuan untuk kesucian. Dengan lebih mementingkan aspek spiritual semata, sementara mengabaikan peranan sosial. Dan melupakan perhatian kepada perbaikan kehidupan masyarakat, sehingga kehidupan pengikut tarekat hanya terbatas bacaan wirid, zikir dan hidup dalam suasana sepi, bangun di tengah malam dan melaparkan diri.
Tidak jarang kemudian para pelaku jama’ah thariqah mengucilkan diri dari pergaulan di masyarakat, bahkan kemudian mengucilkan sebagian yang lain menganggap rendah dsb.
Dalam pandangan admin thariqah artinya petunjuk dalam melakukan sesuatu ibadah dengan ajaran yang ditentukan dan dicontoh oleh Nabi dan dikerjakan oleh tabi’in, turun temurun sampai dengan saat ini. Dengan kata lain thariqah adalah jalan / petunjuk dalam mengerjakan shalat, puasa, zakat, dzikir, do’a dan amalah ibadah lainnya.
Contoh mudah thariqah adalah :
1. Berwudlu mensucikan diri sebelum melaksanakan sholat.
2. Bangun untuk makan Sahur dan membaca do’a ketika akan berpuasa
3. Berdzikir sebelum sholat, dsb
thariqah = petunjuk / jalan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.
3. HAKEKAT
Al-Haqqu = mempunyai makna benar, kebenaran, yang sebenar-benarnya, yang sesungguhnya.
فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِينِ (٧٩)
“ sebab itu bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata” (QS: An Naml:79)
المر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يُؤْمِنُونَ (١)
“ Alif laam miim raa. ini adalah ayat-ayat Al kitab (Al Quran). dan kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah Benar: akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).
مَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ (٧٤)
74. mereka tidak Mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha Perkasa. (QS Al Hajj:74)
Dari ke tiga ayat diatas kata al-haqqu ( kebenaran) itu adalah ” mengabdi / menyembah / menghambakan diri dengan sebenar benarnya kepada Alloh swt saja dan tidak mensekutukan Dia. Dilakukan dengan cara yang telah dicontohkan oleh Muhammad saw “ Hakekat adalah sesuatu bentuk ibadah yang sesungguhnya yang dikerjakan peraturan Allah yang dan sesuai dengan petunjuk yang telah dicontohkan oleh Rosulullah SAW.
Jadi Hakekat dalam agama islam adalah :
Perwujudan dari Menegakkan sholat sebagaimana yg diperintahkan dan yang telah dicontohkan oleh Muhmmad saw dan itu kita lakukan semata-mata karena Alloh. Inilah salah satu unsur dari al-haqqu yang akan membawa manfaat kepada pelakunya di akherat kelak, di antara unsur-unsur al-haqqu yang lain seperti, membaca ayat-ayat Alloh, berpuasa di bulan romadhon, zakat, infaq, shodaqoh, nikah, berbuat baik, jujur, dll yang semua itu ada dasarnya di dalam Al-Qur’an dan dijelaskan dalam As-Sunnah (perikehidupan Muhammad saw) dan semua itu mesti dilakukan semata-mata karena Alloh swt.
Suatu Bentuk pelaksanaan Sholat, Zakat, Puasa, dan amalan ibadah yang lain itulah Hakekat.
Demikianlah hakekat itu, mudah dan sederhana dan telah diamalkan oleh siapa saja dengan tingkat intelektualitas yang bagaimanapun.
Ma’rifat
Hati Hati berbicara tentang makrifat dan mempelajari makrifat admin yakin itulah kata yang muncul dari mulut saudara kita semua ketika di suguhi / ditanya tentang kata makrifat. Kalau mau belajar harus cari guru yang paling hebat dan orang yang paling alim. Makrifat ini adalah ilmu yang langka saking langkanya ilmu ini maka banyak orang mencari dan akhirnya tersesat. semula mengira bahwa ia akan mengajarkan ilmu hakikat makrifat ternyata mengajarkan yang bukan itu dan bahkan mengajarkan kesyirikan.
Ya…… admin yakin pikiran – pikiran seperti diatas selalu membayangi seseorang ketika bicara tentang makrifat. Suatu paradiqma yang sudah terlanjur berkembang dan dipercaya sebagai sesuatu yang ghaib dan jauh dari jangkauan kebanyakan akal dan pikiran manusia. Sebagian lagi beranggapan orang yang sudah makrifat itu sakti, kadang orang terkesan dengan kehebatan atau kesaktian yang dimiliki guru tersebut, dan menganggap kesaktian dan kehebatan itu tanda bahwa dia oarag suci. bisa inilah bisa itulah, ketemu sama inilah ketemu sama itulah, dsb.
Lalu apa beda mereka dengan para peramal, Dukun, tukang sihir, dsb ………? Toh mereka juga sakti (menurut beberapa orang) apakah mereka juga memiliki ilmu makrifat………???
Makrifat bukanlah sekedar ilmu namun suatu perbuatan atau tindakan yaitu suatu kesadaran dengan sebenar benar sadar bahwa tidak ada tuhan selain allah. mengakui sepenuhnya bahwa apa yang disampaikan rasulullah dalam qur an dan hadits adalah benar. apa yang benar itulah yang benar dan apa yang salah itu adalah salah. Perkuat syariah dan thariqah mengamalkan dengan keihlasan…. nanti nya akan ketemu dengan hakikat dan akhirnya akan makrifat. jadi sebenarnya Makrifat bukan ilmu namun suatu hasil amaliah. kalau makrifat di ilmukan jadinya malah membingungkan, bahkan ada yang lebih parah lagi ilmu makrifat diperdebatkan. Makrifat adalah wilayah pengalaman spiritual bahkan merupakan muara dari pengalaman ibadah itu sendiri yang akan kita alami. Tidak ada seorang gurupun yang mampu untuk memberikan kemampuan ini.
Yang sebenarnya bisa dilakukan oleh seorang guru memberikan suatu metode dengan mengajarkan syari’at, menuntun thariqat dan melaksanakan hakekat. Perkara makrifat atau tidak itu sangat tergantung dari Allah.
Firman Allah SWT :
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَلا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ (٢٥٥)
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.
Allah lah yang akan memperkenalkan dirinya kepada hambanya yang dikehendaki untuk memakrifati Dia. Melalui tanda tanda kebesaran Nya, yang sebenarnya sudah ada disekitar kita.
Firman Allah SWT : QS Ar Ruum : 20 – 24
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُونَ (٢٠)
20. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٢١)
21. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ (٢٢)
22. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ (٢٣)
23. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيُحْيِي بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (٢٤)
24. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
bagaimana selanjutnya syari'ah, Thariqah, Hakekat, makrifat, menjadi sesutu hal yang misteius, adalah karena pola pikir manusia itu sendiri. karena sejatinya kesemuanya itu sudah diajarkan oleh rosulullah SAW dan diamalkan oleh kebanyakan Umat saaat ini.
Semoga kita diberi kemudahan Allah untuk mengenal NYa…
Amin ya rabbal alamin.
Wallahu’alam
HAKIKAT AL-QUR’AN
Ketahuilah! Bahwa Alam yang kita lihat sangatlah Luas ini baik di langit maupun di bumi, mencakup keseluruhannya yaitu sekalian Alam, terhimpun atau terangkum akan rahasia Ilmunya di dalam 30 Juz Al-Qur’an. Artinya adalah siapa-siapa yang membaca dan memahami Al-Qur’an.maka sama halnya ia melihat kepada Sekalian Alam. Karena Hakikat penciptaan Alam ini termuat pada 30 Juz Al-Qur’an 114 Surah 6666 Ayat.Sangat Agung sekali Kitab Al-Qur’an itu yang diturunkan kepada Rosulullah Saw yang kemudian menjadi Kitabnya orang-orang Islam. Bahkan dikatakan bahwa Al-Qur’an itu sebagai penyempurna dari pada kitab-kitab sebelumnya. Akan tetapi keagungan dari pada Al-Qur’an itu bukan lah di lihat dari pada tulisan dan bacaannya, melainkan dari pada makna yang tersirat/terkandung didalamnya.
Adapun tulisan atau bacaan yang termuat di dalam kitab itu tidak ada bedanya dengan buku-buku bacaan biasa, sehingga letak keImanan seseorang apa bila terfokus kepada Kitabnya/bukunya itu sama halnya ia beriman kepada sesuatu yang bakal hancur. Saya katakana bakal hancur karena apabila kitabnya/bukunya itu di masukkan ke dalam api ia akan terbakar, dimasukkan kedalam lautan ia akan basah. Jangan kan di bakar dan dimasukkan ke dalam air, di taruh saja di atas lemari, tidak di rawat dan di urus lambat laun ia akan rusak dan lapuk di makan oleh Rayap.
Sudah kewajiban bagi seorang Mukmin untuk beriman/mempercayai kepada kitab Al-Qur’an yang dibawa oleh Rosulullah Saw. Tetapi yang perlu direnungkan adalah keimanan/kepercayaan seseorang akan sesuatu itu, akan di bawa sampai mati bahkan sampai ke Robbul Jalil. Jika yang di Imani adalah sesuatu yang rusak dan hancur, maka keimanan nya akan dipertanggung jawabkan di Hari Kemudian kenapa beriman kepada sesuatu yang hancur.
Tetapi apabila ia mengerti bahwa yang diimani itu bukanlah “Kitabnya/bukunya” melainkan yang terkandung di dalamnya yaitu “Firman Allah” maka keimanan seperti itulah yang akan menjadi penolongnya di hari kemudian, karena Makna yang terkandung di dalam kitab itu yaitu “Firman Allah” itu tidak akan hancur dan tidak akan Musnah sampai kapan pun juga.
Allah Swt berfirman :
“Dan sekiranya Qur’an diletakkan di atas gunung, maka gunung dapat digoncangkan atau diletakkan pada bumi, maka bumi jadi terbelah atau diletakkan pada orang mati maka orang-orang yang sudah mati dapat berbicara”(QS, Ar Ra’d : 31)
Qur’an yang manakah yang di maksud di ayat tsb?
Saya yakin jika Qur’an kitab yang berbuku itu yang diletakkan di atas gunung maka pastilah gunung itu tidak akan hancur dan bergoncang akan tetapi Buku nya yang akan rusak terkena panas dan hujan.
Tetapi jika Allah berfirman kepada Gunung (Makna Qur’an) :”Hai Gunung bergoncanglah engkau! Maka pastilah Gunung itu akan Bergoncang, Hai Bumi terbelahlah! maka pastilah Bumi akan terbelah, Hai orang mati bicaralah! Maka pastilah orang mati bisa berbicara.
Sehingga sangat keliru jika mengartikan Al-Qur’an itu hanya sebatas arti Harfiah saja yaitu diartikan sebagai “BACAAN”. Padahal kita mengetahui bahkan seluruh orang Muslim tahu bahwa Al-Qur’an itu adalah Firman Allah, Kalam Allah, Perkataan Allah dan Suara Allah. Jadi tidak bisa dipersamakan “FIRMAN ALLAH” dengan “BACAAN”. Lalu di mana letak keagungannya Al-Qur’an jika hanya sebatas “BACAAN” saja, tetapi jika Al-Qur’an itu dimaknai dengan “FIRMAN ALLAH”, maka itu lah keagungan yang sangat Mulia sekali.
Kemudian dari Firman Allah yang terdiri dari 30 Juz 114 Surah dan 6666 Ayat itu terangkum lagi tersimpulkan lagi di dalam Surah “Al-Fatihah”. Di dalam Surah Al-Fatihah itu dikatakan di Hadits Qudsi sebagai 7 ayat yang berulang-ulang. Firman Allah “Aku turunkan kepada mu 7 ayat yang berulang-ulang yaitu : Tiga Bagi-Ku, Satu antara engkau dan Aku dan tiganya lagi Bagimu. Tiga bagi-Ku adalah ; Alhamdulillahirobbil’aalamiin. Arrohmaanirrohiim. Maa liki yau middiin. Satu antara engkau dan Aku adalah ; Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nas ta’iin. Dan Tiga bagimu adalah ; Ihdinashirootol Mustaqiim. Shirootolladziina an’amta alaihim. Ghoiril Maghdu bi’alaihim waladhoo-lliin.
Surah Al-Fatihah itu terdiri dari pada 7 Ayat yang terbagi menjadi :
3 (Tiga) Bagi Allah
1 (Satu) Antara Insan dengan Allah
3 (Tiga) Bagi Insan
Lalu keseluruhan dari 7 Ayat tsb sama dengan 3 1 3, sebagaimana juga di riwayatkan bahwa jumlah seluruh Rosul itu ada 313 Rosul.
Kemudian Kandungan Surah Al-Fatihah itu terangkum lagi, tersimpulkan lagi pada Kalimah “Bismillahirrohmaanirrohiim”, artinya adalah : Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih Penyayang. Akan tetapi makna dari pada Kalimah tsb adalah : Allah Hadir pada tiap-tiap sesuatu juga pada dirimu dalam sifat Kasih dan Sayang-Nya.
Bagi mereka-mereka yang mengerti akan Makna daripada Kalimah “Bismillahirrohmaanirrohiim” maka sama halnya ia telah memaknai Surah Al-Fatihah, dan mereka yang dapat memaknai Al-Fatihah maka sama Halnya ia telah memaknai 30 Juz Al-Qur’an 114 Surah 6666 Ayat, dan bagi mereka yang telah dapat memaknai 30 Juz Al-Qur’anmaka sama Halnya ia telah memaknai rahasia Kehidupan Seluruh Sekalian Alam.
Karena itu setiap orang Muslim ketika ingin memulai sesuatu pekerjaan selalu didahului dengan ucapan “Bismillahirrohmaanirohiim”. Dimana makna nya adalah, Allah Hadir pada tiap-tiap sesuatu juga pada dirimu dalam sifat Kasih dan Sayang-Nya.
Itulah yang dianjurkan oleh Baginda Nabi Muhammad Swt, dan terus turun temurun sampai kepada orang-orang tua kita. Lalu menjadilah suatu budaya bagi orang muslim untuk memulai sesuatu pekerjaan itu dengan ucapan “Bismillahirrohmaanirrohiim”. Kenapa saya katakan bahwa itu menjadi budaya bagi orang Muslim, padahal itu kan suatu kebaikan yang ada dalam Agama Islam sebagai “Sunnah”?. Benar! Akan tetapi sesuatu yang dilakukan atau diperbuat jika tidak mengetahui Rahasia dan Makna yang terkandung didalamnya maka sesuatu itu tidak ubahnya sama halnya dengan Budaya?
Jika memang itu adalah suatu “Sunnah”, maka ketahuilah Rahasia dan Maknanya. Jika tidak maka apa yang di perbuat dan dilakukan tidak akan memberikan barokah pada dirinya walaupun ia telah memulainya dengan “Bismillahirrohmaanirrohiim”.

